Nano Influencer: Pengertian, Tugas, dan Jenisnya

nano influencer

Dalam dunia Marketing saat ini, penggunaan influencer telah menjadi langkah yang umum bagi banyak merek dalam memperkenalkan produk mereka. Namun, mungkin kamu pernah mendengar istilah “nano influencer”? Nano influencer merupakan salah satu jenis influencer yang semakin diminati, terutama oleh para pencipta konten pemula.

Secara garis besar, influencer dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu nano influencer, micro influencer, macro influencer, dan mega influencer. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan penjelasan yang lebih rinci mengenai nano influencer.

Apa yang Dimaksud dengan Nano Influencer?

Dilansir oleh Ethos Marketing, dalam berbagai jenis influencer yang ada, mungkin masih banyak yang belum mengenal apa itu influencer.

Nano influencer adalah seseorang yang memiliki 1.000-10.000 pengikut di media sosial. Meskipun jumlah pengikutnya tidak sebanyak itu, jenis influencer ini adalah salah satu yang paling sering digunakan.

Harga yang ditawarkan oleh nano influencer biasanya lebih terjangkau dibandingkan dengan jenis influencer lainnya. Selain itu, nano influencer juga lebih sering berinteraksi dengan pengikutnya di media sosial. Ini membuat tingkat keterlibatan di antara mereka lebih tinggi.

Dengan jumlah pengikut yang sedikit, influencer dapat lebih dekat dengan pengikutnya sehingga kampanye yang mereka lakukan bisa lebih pribadi dan intim. Dengan hubungan emosional yang lebih kuat, audiens juga lebih mudah dipengaruhi.

Keuntungan lain dari menggunakan jasa influencer adalah jangkauan audiens yang lebih bervariasi. Saat menggunakan influencer yang lebih terkenal, biasanya brand hanya bekerja sama dengan satu atau dua orang.

Namun, dengan biaya yang hampir sama, brand dapat merekrut lebih banyak influencer. Brand juga dapat memilih influencer dengan karakter yang berbeda-beda, sehingga audiens yang mereka capai juga lebih beragam.

Baca Juga : Apa Itu Influencer Management? Kenali Manfaatnya Disini!

Jenis Nano Influencer

Menurut beberapa sumber, ada dua jenis influencer yang bisa diidentifikasi:

Native Nano Influencer

Nano influencer asli adalah orang yang baru saja memulai perjalanan mereka sebagai influencer. 

Mereka mungkin belum terlalu dikenal secara luas di media sosial, tetapi mereka secara konsisten menghasilkan konten yang menarik dan berkualitas. 

Secara perlahan tapi pasti, mereka mulai mendapatkan kepercayaan dari para pengikut mereka sebagai seorang influencer.

Non Native Nano Influencer

Berbeda dengan tipe sebelumnya, influencer non-asli sudah memiliki popularitas sebelumnya. Beberapa pengguna media sosial mungkin sudah mengenal mereka. 

Popularitas ini biasanya diperoleh melalui keterlibatan dalam organisasi atau kelompok tertentu. 

Brand sering memanfaatkan popularitas ini untuk bekerja sama dengan mereka dalam mempromosikan produk atau layanan.

Tugas dan Tanggung Jawab Nano Influencer dalam Kerjasama dengan Brand

Pada dasarnya, baik sebagai nano influencer, micro influencer, makro influencer, atau mega influencer, mereka memiliki tanggung jawab yang sama terhadap produk atau merek yang mereka promosikan. Beberapa tanggung jawab utama ini termasuk:

1. Membuat Konten Promosi

Influencer tidak hanya membuat konten asli untuk diri mereka sendiri, tetapi juga membuat konten promosi yang sesuai dengan perjanjian kerja sama.

Konten tersebut harus sesuai dengan arahan dan bisa menarik respons dari pengikut, meningkatkan keterlibatan secara keseluruhan.

2. Menjadwalkan Publikasi Konten

Setelah konten promosi dibuat, influencer harus memilih waktu yang tepat untuk mempublikasikannya. 

Setiap influencer biasanya memiliki jadwal unik yang disesuaikan dengan audiens mereka. 

Publikasi bisa dilakukan pada saat waktu paling baik untuk mendapatkan respons terbaik dari followers.

3. Mempertahankan Engagement dengan Followers

Salah satu target yang biasanya diberikan kepada influencer adalah meningkatkan keterlibatan (engagement). 

Untuk mencapai ini, mereka harus berinteraksi aktif dengan pengikut mereka. Engagement yang tinggi akan memberi manfaat baik bagi brand dan influencer itu sendiri.

4. Mengukur Kinerja Konten

Influencer perlu memantau dan mengevaluasi kinerja konten promosi mereka. Mereka harus memperhatikan metrik seperti tingkat keterlibatan, jumlah views, dan respons followers. 

Dengan memahami kinerja konten, mereka dapat menyesuaikan strategi mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik.

5. Memastikan Promosi Berjalan Lancar

Selain tugas-tugas di atas, penting bagi influencer untuk memastikan bahwa promosi berjalan sesuai kesepakatan. 

Hal ini menjadi kunci keberhasilan kerjasama yang dilakukan. Keberhasilan ini akan membawa dampak positif bagi influencer dan brand yang bekerjasama.

Baca Juga : Pengertian Micro KOL, Manfaat, dan Cara Menemukannya!

Bagaimana Cara Menemukan Nano Influencer?

Menemukan influencer bisa dilakukan dengan berbagai cara, meskipun ada beberapa langkah dasar yang sama.

Salah satu cara yang lebih mudah untuk menemukan influencer adalah melalui Sekarlite. 

Di sini, Kamu dapat merekrut ratusan micro influencer yang siap untuk mempromosikan produk.

Sekarlite adalah KOL Agency yang memiliki lebih dari 50.000 influencer yang telah terdaftar dan siap untuk membantu campaign. Kamu hanya perlu membuat kampanye yang sesuai dengan ide-ide brilian.

Apakah kamu memilih bekerja dengan influencer terkenal atau influencer yang sedang naik daun, kamu dapat yakin akan mendapatkan hasil yang baik dan bahkan lebih baik dari metode pemasaran tradisional.

Sebagai sosok yang dipercaya dalam komunitas mereka, influencer merupakan cara yang efektif bagi bisnis, bahkan bisnis kecil, untuk terhubung dengan audiens dan mempromosikan produk melalui berbagai platform media sosial.

Influencer dari segala ukuran terus menjadi bagian penting dalam strategi branding bagi banyak merek. 

Jika kamu belum memanfaatkannya, saatnya untuk mempertimbangkannya demi perkembangan bisnis dan brand.